Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
By Ramdhan Hamdani25 Jan 2013, 01:11:01 WIB Metropolitan
Kata ciyus atau serius sering terdengar diucapkan anak-anak
zaman sekarang yang sering dijuluki anak baru gede (ABG). Nah, ketika
bahasa gaul itu diucapkan oleh Joko Widodo, para pewarta yang bertugas
meliput kegiatan Gubernur DKI Jakarta itu tak bisa menahan tawa karena
nadanya yang sedikit medok.
Terhitung sudah dua kali Jokowi
melontarkan kata itu kepada wartawan. Pertama, saat Jumat (18/1/2013)
malam lalu, ketika Jokowi meninjau perbaikan Tanggul Kanal Banjir Barat
(KBB) di Latuharhary, Jakarta Pusat. Seharian raut muka Jokowi begitu
serius dan tegang karena pengerjaan tanggul yang masih belum selesai,
ditambah hujan deras yang terus mengguyur Ibu Kota. Pendek kata, Jokowi
tampak sangat suntuk dan senyum khasnya pun tak terpancar dari dirinya.
Saat
itu, Jokowi menghampiri wartawan yang sudah menunggunya di luar rel
kereta api yang terputus. Lantas para wartawan berniat mencairkan
suasana dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan konyol kepada Jokowi,
seperti "Apabila tanggul selesai, ditandai oleh pemotongan pita di Sency
(Senayan City)?". Mendengar pertanyaan itu, senyum yang hilang dari
Jokowi akhirnya muncul kembali.
Seraya mengernyitkan dahinya,
Jokowi bertanya, "Apa itu Sency?" Wartawan pun langsung menjelaskan
kalau Sency itu adalah kependekan dari Senayan City. Mengetahui hal
tersebut, Jokowi pun tertawa dan mengatakan kalau berbicara hendaknya
jangan disingkat-singkat. "Oh, kirain saya sensitif itu maksudnya. Mbok, jangan disingkat-singkat, tho," kata Jokowi.
Pembicaraan itu pula yang membuat Jokowi melontarkan kata ciyus dan miapah kepada wartawan. "Kalau ciyus miapah itu apa? Ha-ha-ha," kata Jokowi yang membuat suasana lokasi tersebut yang awalnya tegang menjadi ramai.
Kata ciyus kembali
diucapkan Jokowi, Selasa (22/1/2013) kemarin, saat berbincang dengan
wartawan di Balaikota DKI. Bahasa gaul itu keluar kembali setelah ia
ditanya terkait kinerjanya 100 hari.
Saat itu, Jokowi ditanya
masalah Jakarta apa yang membuat Jokowi pusing. Jokowi pun menjawab tak
ada persoalan yang membuatnya pusing karena ia telah menghadapi
masalah itu sejak ia memimpin Solo selama delapan tahun. Namun, ada satu
masa Jokowi mengaku tidak memiliki semangat. "Yaitu kalau pas B sama
pas T. Apa itu? Pokoknya pas B sama pas T. Ciyuss," canda Jokowi yang mengundang tawa para wartawan. (sumber: kompas.com)